Cari Blog Ini

Selasa, 20 November 2012

lmu Fisika Pada Gerakan Balet


Ketika kita melihat seorang balerina sedang menari, seringkali kita berdecak kagum akan keindahan tariannya. Tapi tahukah anda, ternyata balet merupakan salah satu tarian yang menerapkan ilmu fisika dalam gerakannya.

Ini dia ilmu fisikanya,

Sebagian besar gerakan tarian balet menerapkan hukum kelembaman. Gerakan-gerakan ini antara lain diam seimbang, bergerak, melompat, dan berputar. Untuk lebih memperjelas penerapan hukum kelembaman pada gerakan balet, pada seminar itu didatangkan seorang balerina yang memeragakan tarian balet.

Diam Seimbang
Seorang balerina memulai tariannya dengan berjinjit seimbang di atas satu kaki, kaki yang lain terangkat ke belakang, dan tangan terangkat ke atas. Menurut hukum keseimbangan, posisi berdiri di atas daerah kecil bisa tercapai jika pusat berat balerina tepat di atas titik tumpunya. Tetapi ketika posisi pusat berat balerina menyimpang dari posisi seimbang, maka gaya gravitasi akan membuat balerina terpelanting dalam waktu yang relatif singkat.
Bergerak
Setelah melakukan gerak diam seimbang, seorang balerina akan bergerak. Ketika balerina bergerak maju, yang ia lakukan adalah menekan lantai dengan kakinya ke arah belakang. Pada saat mendapat tekanan, lantai bereaksi dan mendorong kaki balerina dengan gaya yang sama besar ke arah depan sehingga balerina bergerak maju. Makin keras kaki balerina menekan lantai, makin cepat balerina bergerak maju. Konsep ini juga kita gunakan pada waktu berjalan. Ketika penari sedang bergerak ke depan, bisakah ia membelok atau bergerak melingkar? Menurut Newton, benda yang bergerak lurus akan membelok jika ada gaya ke samping. Bagaimana memperoleh gaya ke samping? Seorang balerina mengetahui cara memperoleh gaya ke samping. Ketika balerina akan membelok ke kanan, kakinya akan menekan lantai ke kiri. Lantai akan memberikan reaksi dan menekan balerina ke kanan sehingga lintasannya berbelok ke kanan. Makin keras balerina menekan lantai, makin tajam belokannya.
Melompat
Untuk melakukan gerak melompat, balerina menekan kakinya pada lantai secara vertikal. Dengan memberikan tekanan pada lantai, lantai memberikan reaksi dengan mendorong kaki balerina ke atas. Jika ingin mendapatkan lompatan yang lebih tinggi, maka pada saat melompat lututnya ditekuk. Di sini tekukan lutut bertindak seperti pegas yang tertekan, siap melontarkan benda yang menekannya.
Berputar
Untuk melakukan gerak berputar, balerina menggerakkan ujung sepatu depan dan belakang ke samping berlawanan. Lantai akan memberikan reaksi dengan memberikan gaya yang berlawanan pada kedua ujung sepatu. Ketika sudah berputar, balerina dapat mengatur kecepatan putarnya dengan mengatur besar momen kelembamannya. Momen kelembamannya merupakan kecenderungan benda untuk mempertahankan posisinya untuk tidak ikut berputar.

sumber: http://fhannum.wordpress.com/2012/11/16/penerapan-fisika-pada-gerakan-balet/#more-235


5 komentar:

  1. heeemmm. . .
    nice posting Dian. . .
    ternyata imu fisika itu ada dimana-mana, salah satunya ternyata di balet.
    alangkah lebih baiknya jika pemilihan warna tulisan diberi hitam saja sehingga akan lebih jelas dan terlihat lebih menarik,
    tapi secara keseluruhan blognya sudah suangat buagus :)

    BalasHapus
  2. bagusssss dan menarik artikelnya,, untuk nambah wawasan :)

    BalasHapus
  3. Subhanallah...aplikasi fisikanya dapet. Bagus postingannya, jadi tambah pengetahuan ini bagi saya.Dampak yang lebih jauh lagi adalah cepat atau lambat pasti akan terbentuk suatu masyarakat ilmiah dimana fisika akan bertambah populer serta menjadi sahabat bagi banyak siswa, tidak lagi menjadi momok yang menakutkan.

    BalasHapus
  4. Artikel yang saudari posting keren bnget, ternyata fisika sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. good job

    BalasHapus
  5. wah ternyata ilmu fisika bisa menjelaskan tarian balet. I just know . .

    BalasHapus